Menu

Mode Gelap
Di Tengah Seruan Efisiensi 2025, DPRD Tulang Bawang Diduga Hamburkan Rp20 Miliar untuk Perjalanan Dinas Dugaan Oknum ASN Jadi “Pemilik Bayangan” Proyek Embung Rp7 Miliar di Kemiling, Main di Balik Layar? Mantan Pejabat Disdik Diduga Merasa Kebal Hukum Usai Tak Lagi Menjabat, Dugaan Penyimpangan Anggaran Pendidikan Tetap Diburu KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan Anggaran Iran Tolak Gencatan Senjata, Soroti Sikap Arogan Trump di Tengah Ketegangan Survei Indikator di Sumbar: Prabowo Unggul Telak 60,2%, Anies Tertinggal Jauh

News

Di Tengah Seruan Efisiensi 2025, DPRD Tulang Bawang Diduga Hamburkan Rp20 Miliar untuk Perjalanan Dinas

badge-check


					Di Tengah Seruan Efisiensi 2025, DPRD Tulang Bawang Diduga Hamburkan Rp20 Miliar untuk Perjalanan Dinas Perbesar

NalarNusantara, Tulang Bawang — Di saat pemerintah gencar menyerukan efisiensi anggaran dan masyarakat masih bergulat dengan tekanan ekonomi, kebijakan belanja di lingkungan DPRD Tulang Bawang justru memantik kontroversi.

 

Anggaran perjalanan dinas tahun 2025 di lembaga legislatif tersebut tercatat mencapai sekitar Rp20 miliar. Nilai fantastis ini langsung menuai sorotan tajam, lantaran dinilai tidak sejalan dengan semangat penghematan yang digaungkan pemerintah di berbagai sektor.

 

Tak hanya itu, belanja untuk kebutuhan makan minum dan jamuan juga tercatat menyentuh angka sekitar Rp1,8 miliar, memperkuat dugaan adanya pola pengeluaran yang berlebihan di tubuh DPRD.

 

Besarnya alokasi tersebut disebut-sebut digunakan untuk berbagai kegiatan seperti kunjungan kerja, konsultasi, hingga koordinasi antar daerah. Namun, publik mulai mempertanyakan urgensi dan dampak nyata dari aktivitas tersebut.

 

Sejumlah kalangan menilai, nilai anggaran yang sangat besar membuka ruang terjadinya:

 

Mark-up biaya perjalanan dinas

Kegiatan yang tidak sebanding dengan output

Hingga potensi pemborosan sistematis

 

Apalagi, pola seperti ini kerap berulang dalam praktik anggaran di sejumlah daerah, di mana perjalanan dinas menjadi salah satu pos paling rawan disalahgunakan.

 

Selain perjalanan dinas, belanja makan minum yang mencapai miliaran rupiah juga menjadi sorotan. Anggaran ini dinilai tidak mencerminkan prinsip efisiensi, terlebih jika dibandingkan dengan kondisi riil masyarakat.

 

Kritik menguat karena besarnya pengeluaran tersebut dinilai tidak memberikan dampak langsung yang dirasakan oleh warga, terutama dalam peningkatan kesejahteraan atau pembangunan daerah.

 

Kebijakan anggaran ini dianggap kontras dengan realitas di lapangan. Di saat banyak masyarakat masih menghadapi:

 

Keterbatasan ekonomi

Infrastruktur yang belum merata

Kebutuhan dasar yang belum terpenuhi

 

Justru muncul angka-angka fantastis untuk aktivitas internal lembaga.

 

Gelombang kritik pun tak terhindarkan. Aktivis dan masyarakat mendesak:

 

Audit menyeluruh oleh BPK

Keterbukaan rincian penggunaan anggaran

Penjelasan resmi dari pihak DPRD

 

Jika tidak ada transparansi, potensi aksi protes dari mahasiswa dan masyarakat disebut bisa menjadi langkah lanjutan.

 

Besarnya anggaran perjalanan dinas dan belanja konsumsi DPRD Tulang Bawang tahun 2025 kini menjadi cermin tajam: ketika efisiensi hanya menjadi jargon, sementara praktik di lapangan justru menunjukkan indikasi pemborosan yang sulit dibenarkan.

RED.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Oknum ASN Jadi “Pemilik Bayangan” Proyek Embung Rp7 Miliar di Kemiling, Main di Balik Layar?

29 April 2026 - 08:37 WIB

Mantan Pejabat Disdik Diduga Merasa Kebal Hukum Usai Tak Lagi Menjabat, Dugaan Penyimpangan Anggaran Pendidikan Tetap Diburu

16 April 2026 - 06:54 WIB

KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tersangka Pemerasan Anggaran

12 April 2026 - 11:57 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Soroti Sikap Arogan Trump di Tengah Ketegangan

7 April 2026 - 12:08 WIB

Survei Indikator di Sumbar: Prabowo Unggul Telak 60,2%, Anies Tertinggal Jauh

7 April 2026 - 11:58 WIB

Trending di Headline